BAB 2 Menggunakan Teknologi Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif

Posted: November 16, 2012 in Sistem Informasi Manajemen 1#

Keunggulan Kompetitif

Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif diantaranya: menyediakan barang dan jasa dengan harga murah; menyediakan barang dan jasa lebih baik daripada pesaing; dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang computer, “keunggulan kompetitif” mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan “leverage” di pasaran.

Pandangan Awal tentang Keunggulan Kompetitif

                Sejumlah perusahaan telah mendapatkan publikasi  yang luas karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Beberapa diantaranya adalah American Airlines dengan sistem pemesanan penerbangan yang disebut Sabre, American Hospital Supply dengan jaringan EDI (electronic data inter change), dan McKesson Drug dengan sistem distribusinya yang disebut Economost.

 

Perusahaan dalam Lingkungannya

–          Lingkungan suatu perusahaan tidak persis sama dengan lingkungan perusahaan yang lain.

–          Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan.

–          Delapan elemen ini berada dalam sistem yang lebih luas, yang disebut  masyarakat.

–          Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan jasanya. Barang dan jasa ini dipasarkan kepada para pelanggan perusahaan,

–          Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil

 

Sumberdaya informasi

–          Sumberdaya informasi terdiri dari: perangkat keras computer, perangkat lunak komputer, perangkat lunak computer, para spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi.

–          Perusahaan harus mengola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manager khusus yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executif Officer ) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi. Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer).

–          Seorang manager jasa informasi dapat berperan sebagai chief informasi officer dengan mengikuti saran-saran berikut:

–          Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya.

–          Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management; jangan menunggu hingga    diundang.

–          Focuskan pada perbaikan proses bisnis.

–          Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.

–          Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.

–          Jangan bersifat defensive.

 

Keunggulan Kompetitif

  • Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui banyak cara, spt:
    – menyediakan barang / jasa dengan harga yang murah,

– menyediakan barang / jasa yang lebih baik dari para pesaing,

– memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.

  • Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran,
  •  Perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber daya fisik yang lebih unggul saat terlibat dalam persaingan, tetapi juga sumber daya konseptual (data dan informasi) yang unggul

 

Siapa Mengelola Sumber Daya Informasi?

                Seperti kita telah lihat pada Bab 1, sejumlah perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung jawab pengelolaan informasi di tangan suatu unit khusus yang terdiri dari para spesialis informasi. Unit ini, yang kita sebut jasa informasi, dikelola oleh seorang manajer yang berstatus wakil direktur. Praktek yang umum sekarang adalah membentuk jasa informasi sebagai suatu area fungsional utama dan menyertakan manajer puncaknya dalam kelompok eksekutif, seperti komite eksekutif, yang membuat keputusan-keputusan perusahaan yang penting.

 

Perencanaan Stategis
Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan yang paling menguntungkan dalam lingkungan, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Setelah rencana strategis ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri.

End-User Computing sbg masalah strategis

 

Saat para pemakai mengembangkan sistem mereka sendiri, perusahaan dihadapkan pada sejumlah resiko:

–           Sistem yang buruk sasarannya. Dapat disebabkan oleh pengembangan perangkat lunak yang asal jadi.

–          Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya. Menyebabkan kebutuhan untuk mendokumentasikan rancangan mereka cenderung terlewati.

–          Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien.

–          Hilangnya integritas data, yang mungkin diakibatkan oleh kekeliruan dari penggunaan data.

–           Hilangnya keamanan. Pemakai mungkin tidak melindungi data dari perangkat lunaknya, sehingga dapat terjadi kriminalitas dalam dunia komputer.

 

Perencanaan Startegis Sumberdaya informasi

 

Transformasi kumpulan strategis

Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut pada tujuan strategis perusahaan, disebut “kumpulan strategis organisasi”. Langkah kedua yang tersendiri, suatu rencana jasa informasi dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan, disebut “kumpulan strategis SIM” yang terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan strategi. Pendekatan ini dinamakan “transformasi kumpulan strategi”. Kumpulan strategi Kumpulan strategi Organisasi SIM Pendekatan SPIR Solusi untuk masalah tidak memadainya sumberdaya informasi adalah “perencanaan strategis sumberdaya informasi” (strategic planning for information resources – SPIR), saat perusahaan menerapkan SPIR, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan.

 

Konsep Manajemen Sumber Daya Informasi

 

Elemen-elemen IRM yang Diperlukan

Walau seorang pemakai individu dapat mempraktekkan IRM, pendekatan paling efektif bagi perusahaan adalah mengembangkan suatu rencana formal yang harus diikuti setiap orang. Agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :

–           Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul.

–          Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.

–          Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.

–           Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.

–          Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.

–          Strategis untuk mendorong dan mengelola end-user computing.

 

Jenis-jenis aplikasi pemakai akhir

Sebagian besar aplikasi end-iser computing dibatasi pada:

–          System pendukung kepoutusan yang relative mudah (relatively easy DSS).

–          Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan perseorangan.

Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan: apliksi SIM & SIA, DSS yang kompleks, apliksi OA yang memenuhi organisasional dan sistem pakar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s